"Cinta itu memang buta, hingga terkadang Kau
tidak sadar sedang berada dijurang."
Wajahnya tampan, postur tubuhnya tinggi semampai dan
sikapnya ramah. Banyak wanita yang menyukainya. Itulah Ivan, kekasihku.
Aku bahagia saat-saat bersamanya. Rasanya ada kepuasan
tersendiri ketika melihat banyak wanita yang iri denganku. Ya, Aku merasa
beruntung.
Enam bulan berlalu. Tiba saatnya Dia berubah.
Perhatiannya tidak seintens biasanya. Disekolah pun jarang menemuiku lagi,
bahkan ketika tidak sengaja bertemu Dia enggan menyapaku. Tentu saja pikiran
negatif menelusup otakku.












